Menu

Mode Gelap

News · 5 Aug 2026 13:51 WIB ·

Dari Sawah Menuju Langit Cita-Cita: Catatan Inspiratif Anak Petani dari Bone yang Menolak Menyerah


 Dari Sawah Menuju Langit Cita-Cita: Catatan Inspiratif Anak Petani dari Bone yang Menolak Menyerah Perbesar

 

Jakarta – Bisnis pos.com Di balik hamparan sawah dan kehidupan sederhana di sebuah desa terpencil di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, lahir sebuah kisah yang membuktikan bahwa mimpi tidak mengenal batas geografis maupun latar belakang keluarga. Sosok itu adalah Muhamad Akbar Pamonroi, seorang anak petani yang memilih menjadikan keterbatasan sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.

Melalui tulisan inspiratif berjudul “Catatan Si Anak Petani”, Akbar menyuarakan semangat bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-cita selama memiliki keberanian bermimpi, kemauan belajar, dan tekad untuk terus berjuang.

«”Aku anak petani, tapi mimpiku tak berhenti di sawah. Aku bermimpi setinggi langit, bekerja sekeras tanah, dan berserah sekuat doa,” tulis Akbar.» Rabu (5/8/2026).

Ungkapan tersebut menjadi refleksi perjalanan hidupnya yang ditempa oleh kerasnya kehidupan pedesaan. Sejak kecil, ia menyaksikan kedua orang tuanya mengolah sawah dengan penuh kesabaran demi menghidupi keluarga. Dari sanalah ia belajar bahwa keberhasilan tidak pernah datang tanpa pengorbanan.

“Saya lahir sebagai anak petani dari desa terpencil di Kabupaten Bone. Saya bangga dengan latar belakang itu karena dari sanalah saya belajar tentang kejujuran, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya tidak pernah menyerah. Mimpi setiap anak tidak ditentukan oleh tempat ia dilahirkan, tetapi oleh tekad dan usahanya untuk terus maju,” ujar Muhamad Akbar Pamonroi.

Bagi Akbar, menjadi anak petani bukanlah alasan untuk merasa rendah diri. Justru kehidupan di lingkungan pertanian membentuk karakter yang tangguh, mandiri, serta memiliki daya juang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Ia menilai nilai-nilai yang diwariskan keluarga petani—seperti disiplin, ketekunan, dan semangat pantang menyerah—merupakan modal berharga untuk meraih pendidikan, membangun karier, hingga mengabdikan diri kepada masyarakat.

Melalui catatan tersebut, Akbar juga mengajak generasi muda, khususnya mereka yang tumbuh di pelosok desa, agar tidak pernah ragu memiliki mimpi besar. Menurutnya, kesuksesan tidak ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, melainkan oleh keberanian untuk terus belajar, bekerja keras, dan menjaga harapan tetap hidup.

Pesan inspiratif itu sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada para petani Indonesia yang selama ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan zaman, Akbar berharap semakin banyak anak petani yang tampil sebagai generasi berprestasi tanpa melupakan akar kehidupan dan jasa orang tua mereka.

Kisah Muhamad Akbar Pamonroi menjadi pengingat bahwa dari tanah yang sederhana dapat tumbuh mimpi-mimpi besar. Sebab, sebagaimana sawah yang membutuhkan kesabaran sebelum panen, setiap cita-cita juga memerlukan perjuangan sebelum akhirnya menuai keberhasilan.
(Djo)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Sanggar Bambu Angkat Realitas Sosial Lewat Drama “Sayang Ada Orang Lain”, Karya Klasik Utuy Tatang Sontani Kembali Dipentaskan

5 August 2026 - 18:08 WIB

PRI Jakarta Selatan Siapkan Strategi Digital untuk Rebut Hati Generasi Z pada Pemilu Mendatang

5 August 2026 - 16:35 WIB

Penyelesaian Damai di Desa Cikupa Jadi Contoh Semangat Musyawarah, Pengacara PT Benaya Mitra Sejati Beri Apresiasi

5 August 2026 - 09:18 WIB

MPSI Soroti Fenomena Kabinet Bayangan: Legitimasi Moral Harus Ditopang Basis Konstituen yang Jelas

3 August 2026 - 14:16 WIB

Bandar Narkoba Incar Anak-anak, Wabup Sidoarjo Minta Emak-emak Lebih Total Mengawasi Anaknya

2 August 2026 - 05:02 WIB

KNPI Desak Percepatan Regulasi Zat Narkotika Varian Baru, Tegaskan Perang Melawan Narkoba Harus Dimulai dari Anak

1 August 2026 - 12:25 WIB

Trending di News