Menu

Mode Gelap

News · 1 Feb 2023 07:22 WIB ·

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin Ingin Organisasi NU Perbaiki Umat dengan Santrinisasi, Bukan Islamisasi


 Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin Ingin Organisasi NU Perbaiki Umat dengan Santrinisasi, Bukan Islamisasi Perbesar

Jakarta, Bisnispos.com — Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin ingin organisasi Nahdlatul Ulama (NU) memperbaiki umat dengan istilah santrinisasi dalam rangka meneruskan komitmen Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.
Hal tersebut dia ceritakan saat menghadiri perhelatan Malam Anugerah 1 Abad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Teater Tanah Air, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Selasa (31/1).

“Memperbaiki umat itu bahasa saya adalah santrinisasi. Jadi umat itu kita santrikan semua, supaya berpikir dan berperilaku santri,” ujar Ma’ruf Amin.

Dirinya menilai istilah tersebut berbeda dengan Islamisasi karena terkait dengan keberadaan bangsa Indonesia yang beraneka ragam, termasuk dalam hal agama.

“NU tidak melakukan Islamisasi, karena itu akan mengganggu hubungan antarpemeluk agama. Kecuali, orang itu mau sendiri,” kata eks Rais Aam PBNU itu.

Ma’ruf Amin mengatakan umat Islam di Indonesia terbilang banyak jumlahnya, termasuk orang-orang NU. Oleh sebab itu, perlu adanya perbaikan untuk mewujudkan umat yang baik dan kuat.

“Umat yang cukup besar ini harus menjadi santri yang benar. Bahkan memperbaiki orang NU sendiri supaya menjadi umat yang terbaik, tangguh, dan kuat dengan cara-cara dakwah Nahdliyah,” kata dia.

Sebelumnya, dia mengutip pernyataan Hadratussyaikh Kiai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari selaku pendiri NU yang mengajarkan untuk kerja perbaikan.

Di antaranya, yakni memperbaiki masalah agama, kemasyarakatan, politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Ma’ruf Amin juga menilai beranggapan NU perlu memperbaiki umat, negara, dan dunia.

Diketahui, acara tersebut dihadiri banyak tokoh penting Indonesia separti Presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid.

Kemudian Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri BUMN Erick Thohir, Menpan-RB Azwar Anas, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas.

Kemudian, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sumber : CNN Indonesia

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Lebih dari Modal Usaha, PNM Bantu Wujudkan Mimpi Anak Nasabah Lewat Bantuan Pendidikan

29 August 2026 - 08:16 WIB

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi

25 August 2026 - 17:35 WIB

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

24 August 2026 - 17:10 WIB

Untuk Indonesia: Ketika Seni Budaya Nusantara Menjadi Kekuatan Kemanusiaan bagi Anak Penyintas Kanker

24 August 2026 - 10:00 WIB

Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Timur Tengah, BMDN Perkuat Jembatan Indonesia–Suriah

20 August 2026 - 10:18 WIB

Sendratari Smara Jati Hidupkan Malam di Sigandul View Temanggung, Sanggar Puspita Sakanti Bawa Kisah Ramayana

16 August 2026 - 23:49 WIB

Trending di Budaya