Bisnispos.com – Jutaan jemaah dari berbagai kota mulai berdatangan ke Sidoarjo. Mereka memadati sekitar lokasi acara Puncak Resepsi 1 Abad NU di GOR Delta Sidoarjo. Jutaan jemaah tersebut mulai memadati ruas Jalan Pahlawan, Sidoarjo. Mereka duduk dengan tertib menggunakan alas plastik.
Para jamaah duduk disepanjang Jalan Pahlawan dua arah mulai dari pertigaan Babalayar. Mereka memadati jalan hingga lokasi terselenggara Harlah 1 Abad NU di Sidoarjo. Kendaraan tak bisa melewati akses jalan utama lantaran membludaknya warga NU yang hadir dalam acara tersebut. Akibatnya, akses jalan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki.
“Ketika hadir dalam Harlah 1 Abad NU sambil jalan kaki, akan merasakan semangat kebersamaan perasaan yang sama tidak mengenal jabatan pangkat ataupun status sosial. Siapapun kita akan sama, bahwa NU lahir sebagai kebangkitannya ulama. Kebangkitan ummat untuk memperoleh kemerdekaan menuju kesejahteraan dan kemakmuran. Kita saat ini bejalan kaki sepanjang 5 km, tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan yang telah dilakukan oleh para pendahulu khususnya para pendiri NU. Ini adalah bentuk sebagai penghormatan terhadap jasa-jasa beliau. Karena tanpa beliau mungkin saja Indonesia itu tidak ada,” Ucap Ketua PCNU Jakarta Pusat Gus Syaifuddin.

Ketua PCNU Jakarta Pusat bersama rombongan berjalan kaki sambil menyanyikan Ya Lal Wathon agar tetap semangat dan menghilangkan rasa lelah. Alhamdulillah sambutan warga Sidoarjo yang sangat baik dan ramah sehingga banyak makanan dan minuman diberikan secara gratis.
“Kita ingat apa yang disampaikan oleh Bung Karno, Saya takut tidak dianggap cinta NU. Maka saya selalu hadir di setiap muktamar NU, meski harus merangkak untuk bisa hadir. Kitapun sebagai warga NU Jangankan jalan kaki, Merangkak ratusan Kilometer pun pasti akan kita lakukan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, peringatan puncak hari lahir (Harlah) Ke-100 Nahdlatul Ulama dengan tema “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru” digelar hari Kamis (7/2/2023) dengan rangkaian acara 24 jam.
Acara akan dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama, yaitu ritual berupa Lailatul Qoriah, Qiyamul Lail hingga shalat subuh berjamaah.
Acara kedua adalah puncak resepsi yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para tokoh Nahdlatul Ulama.
Acara ketiga berupa karnaval budaya yang akan diisi oleh Menkopolhukam Mahfud MD, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PPKUKM Teten Masduki dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.
Sebagai penutup akan diisi oleh panggung rakyat yang akan dimeriahkan oleh Maher Zain, Rhoma Irama, Slank, dan ISHARI.

Saat ditanya kenapa memilih ikut berjalan dengan jamaah meski jarak sangat jauh, Gus Syaifuddin menjawab “Hanya ingin bersama sama dengan jamaah kebetulan juga waktu masih pagi sambil berolahraga dengan sangat antusias dan bersemangat. Karena kapan lagi kita bisa menemukan momen seperti ini. Kejadian ini akan ada 100 tahun lagi, belum tentu kita bisa menemukan suasana seperti ini lagi. Sambil agak serius menjawab. Bahwa apa yang kita lakukan ini tidak sebanding dengan apa yang dilakukan para pendiri, kita ini hanya menikmati sajan makanan di meja saja perumpamaannya,” ucapnya.















