Sidoarjo – Bisnispos.com Perang melawan narkoba tidak selalu dimulai dari ruang penegakan hukum. Di Sidoarjo, perlawanan itu justru berawal dari kegelisahan para ibu yang khawatir masa depan anak-anak mereka direnggut oleh narkotika.
Dari keresahan itulah lahir gerakan Mak-Mak Anti Narkoba Sidoarjo (MANASI), sebuah gerakan sosial yang ingin menjadikan keluarga sebagai benteng pertama pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Semangat itu mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, SAP, saat menerima audiensi para pegiat anti narkoba di rumah dinasnya, Selasa (14/7/2026).
Bagi Mimik Idayana, keresahan yang dirasakan para ibu merupakan kegelisahan yang juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
“Saya dan tentunya saudara-saudara sekalian juga menyimpan keprihatinan terhadap kasus-kasus peredaran narkoba di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan memerangi narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum. Peran keluarga, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal menjadi fondasi penting untuk membangun kesadaran sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Audiensi dihadiri tokoh rehabilitasi penyalahgunaan narkoba, Prof. Dr. Siswanto, Ketua Harian DPW Jawa Timur Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (LRPPN) Bhayangkara Indonesia, Ketua MANASI Nila Paramita, beserta jajaran pengurus.
“Selama lebih dari satu dekade, LRPPN BI mendampingi rehabilitasi penyalahguna narkoba. Kami belajar satu hal penting: penanganan tidak boleh berhenti pada rehabilitasi. Pencegahan harus dimulai jauh sebelum seseorang menjadi korban,” kata Prof Siswanto sambil menegaskan bahwa di sinilah keluarga, terutama para ibu, memiliki peran yang tidak tergantikan.
Wabup Mimik pun menyatakan dukungan penuh terhadap lahirnya MANASI. Menurutnya, gerakan berbasis masyarakat memiliki daya jangkau yang kuat apabila mampu tumbuh hingga tingkat RT dan lingkungan keluarga.
“Saya sangat mendukung gerakan MANASI. Kalau gerakan ini benar-benar mengakar sampai tingkat RT, saya optimistis peredaran narkoba di Sidoarjo dapat dicegah sejak dari lingkungan terkecil. Saya juga siap hadir saat deklarasi MANASI pada 2 Agustus nanti,” tegasnya.
Sementara, Nila Paramita menyatakan bahwa MANASI lahir bukan untuk menggantikan peran pemerintah atau aparat penegak hukum, tetapi untuk memperkuatnya dari akar rumput.
“Kami percaya, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ketika para ibu memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk berkata tidak terhadap narkoba, maka keluarga akan menjadi benteng yang paling kokoh” lanjut Nila.
Lahirnya MANASI yang juga disupport media online kosmopolitan.net ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan para ibu sebagai garda terdepan menjaga keluarga.
Sebab, perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat demi menghadirkan Sidoarjo yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika.(ntok)















