Menu

Mode Gelap

News · 9 Jul 2026 13:16 WIB ·

Gus Syaifuddin: Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Harus Menjadi Jalan Pulang Menuju Ruh Perjuangan Nahdlatul Ulama


 Gus Syaifuddin: Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Harus Menjadi Jalan Pulang Menuju Ruh Perjuangan Nahdlatul Ulama Perbesar

 

Jombang – Bisnispos.com Penetapan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, sebagai tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 27–31 Agustus 2026 dipandang bukan sekadar keputusan administratif organisasi. Bagi Gus Syaifuddin, momentum tersebut merupakan panggilan sejarah agar Nahdlatul Ulama kembali menapaki jejak perjuangan para muassis (pendiri) dengan semangat persatuan, keikhlasan, dan pengabdian.

Menurut Gus Syaifuddin, Muktamar di Jombang memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar memilih kepemimpinan baru. Jombang merupakan pusat lahirnya nilai-nilai perjuangan NU, tempat para ulama besar membangun fondasi jam’iyah yang hingga kini menjadi pegangan jutaan warga Nahdliyin.

“Ketika Muktamar kembali digelar di Tambakberas, sesungguhnya NU sedang diajak pulang ke rumah besarnya. Pulang kepada akhlak para pendiri, kepada tradisi musyawarah yang teduh, dan kepada semangat mengutamakan kemaslahatan umat di atas segala kepentingan,” ungkap Gus Syaifuddin.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atas kebersamaan dalam menetapkan Tambakberas sebagai lokasi Muktamar. Menurutnya, kesepahaman kedua pemimpin tertinggi NU tersebut menjadi teladan bahwa perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui tabayun, dialog, dan kebijaksanaan.

Sebagai bagian dari keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Gus Syaifuddin menegaskan seluruh elemen pesantren siap menyambut para ulama, kiai, dan utusan dari seluruh Indonesia. Persiapan sarana dan prasarana terus dilakukan agar seluruh rangkaian Muktamar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh kekhidmatan.

Lebih jauh, Gus Syaifuddin mengingatkan bahwa Muktamar bukanlah arena pertarungan kepentingan maupun kontestasi kekuasaan. Ia berharap seluruh muktamirin datang membawa niat ibadah, mengedepankan adab, akhlakul karimah, serta sikap tawadhu dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Bagi warga Nahdliyin, Muktamar adalah forum pengabdian. Perbedaan pilihan adalah keniscayaan, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi panglima. Jangan sampai kepentingan sesaat mengalahkan cita-cita besar yang diwariskan para muassis,” ujarnya.Kamis (9/7/2026).

Dalam pandangan Gus Syaifuddin, Jombang bukan sekadar lokasi penyelenggaraan, melainkan ruang spiritual yang menyimpan jejak perjuangan tiga tokoh utama pendiri NU, yakni KH Hasyim Asy’ari dari Tebuireng, KH Abdul Wahab Chasbullah dari Tambakberas, dan KH Bisri Syansuri dari Denanyar. Warisan pemikiran dan keteladanan mereka, menurutnya, harus menjadi kompas moral bagi seluruh peserta Muktamar.

Ia meyakini bahwa apabila seluruh muktamirin mampu menempatkan persatuan di atas ego kelompok, maka Muktamar ke-35 NU akan menjadi momentum bersejarah yang melahirkan kepemimpinan, keputusan, dan arah gerak organisasi yang semakin memperkuat peran Nahdlatul Ulama sebagai penjaga Islam yang moderat, perekat kebangsaan, serta pelayan umat.

“Semoga Muktamar ke-35 menjadi muktamar yang meneduhkan, mempersatukan, dan mengembalikan NU kepada jati dirinya sebagai jam’iyah yang lahir dari keikhlasan ulama untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan,” tutup Gus Syaifuddin.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi

25 August 2026 - 17:35 WIB

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

24 August 2026 - 17:10 WIB

Untuk Indonesia: Ketika Seni Budaya Nusantara Menjadi Kekuatan Kemanusiaan bagi Anak Penyintas Kanker

24 August 2026 - 10:00 WIB

Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Timur Tengah, BMDN Perkuat Jembatan Indonesia–Suriah

20 August 2026 - 10:18 WIB

Sendratari Smara Jati Hidupkan Malam di Sigandul View Temanggung, Sanggar Puspita Sakanti Bawa Kisah Ramayana

16 August 2026 - 23:49 WIB

Gus Syaifuddin Mainkan Peran Strategis, Bedah Buku Mbah Wahab Jadi Panggung Membaca Masa Depan NU

16 August 2026 - 17:43 WIB

Trending di News