Jakarta – Bisnispos.com. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan sebesar 1,14% atau 78,68 poin, berakhir di level 6.794,8 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (19/2/2025). Penurunan ini mengakhiri tren positif IHSG yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Di tengah koreksi IHSG, lima saham justru mencatatkan kenaikan mencolok hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), yaitu batas maksimum kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan. Saham-saham tersebut juga masuk dalam daftar top gainers dengan kenaikan mencapai 35%.
Rincian Perdagangan:
- Sebanyak 218 saham mengalami kenaikan, 361 saham mengalami penurunan, dan 216 saham stagnan.
- Nilai transaksi mencapai Rp 11,62 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 19,14 miliar saham dan frekuensi 1.232.665 kali.
- Sektor keuangan mengalami penurunan terdalam sebesar 1,6%, diikuti sektor kesehatan, properti, infrastruktur, dan barang konsumsi primer.
- Sektor teknologi mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 5,6%, diikuti sektor perindustrian dan barang baku.
- Indeks saham Asia lainnya bervariasi, dengan Straits Times (Singapura) dan Shanghai (China) menguat, sementara Nikkei (Jepang) dan Hang Seng (Hong Kong) melemah.
Saham-saham yang Mengalami ARA:
- Nama-nama saham yang mengalami ARA, seperti DWGL dan DCII, yang mengalami lonjakan harga hingga 35%.
Penurunan IHSG ini dipengaruhi oleh sentimen eksternal, sementara beberapa saham tertentu menunjukkan performa yang bertolak belakang dengan tren pasar secara keseluruhan. (RED)















