Jakarta, Bisnispos.com – Presiden Joko Widodo memberikan pesan penting kepada kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah dalam acara penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). Pesan Jokowi itu berkaitan dengan penggunaan anggaran.
“Kendalikan secara detail belanja-belanja yang ada, mengikuti secara detail belanja-belanja yang ada. Jangan terjebak rutinitas serta ini juga berkali-kali saya ingatkan memperbesar pembelian produk-produk dalam negeri khususnya produk UMKM,” ujar Jokowi.
Kepala negara juga mengingatkan tidak ada program kementerian yang tidak bersinggungan dengan kementerian lain.
“Oleh sebab itu kerjanya harus kerja terintegrasi, tidak sektoral, dan berjalan sendiri-sendiri,” kata Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menitipkan pesan untuk pemerintah daerah dan kepala daerah, memperhatikan dari waktu ke waktu hingga jam ke jam pergerakan angka inflasi di daerah masing-masing.
“ini penting sekali, ini momok semua negara, inflasi. Sekali lagi perhatikan pergerakan angka inflasi di daerah masing masing,” ujar Jokowi.
Terakhir, kepala negara meminta K/L maupun pemda mempercepat realisasi belanja di APBN maupun APBD khususnya belanja modal dan belanja sosial.
Pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII APEKSI 2017 di Savana Hotel & Convention Malang, Kamis (20/7), Presiden Jokowi menegaskan bahwa untuk bisa memenangkan persaingan dibutuhkan inovasi yang memperbarui dan juga kreativitas.
“Kreativitas industri masyarakat kota luar biasa. Tetapi jika tidak didukung dengan baik oleh pemerintah, potensi yang sudah ada tentu akan sia-sia,” jelas Presiden Jokowi, Kamis (20/7).
Tugas pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) sehingga ke depannya bangsa Indonesia bisa bersaing di tengah persaingan global. “Fokus membangun kota sesuai dengan keunggulannya sangat penting,” imbuhnya lagi.
Ditegaskan kembali oleh Presiden Jokowi agar para walikota tidak terjebak dengan rutinitas-rutinitas yang monoton, karena kalau sudah terjebak dengan rutinitas, strategi pembangunan pada 50-100 tahun ke depan tentu tidak akan bisa maksimal.
Presiden Jokowi mencontohkan, di wilayah Sunnyland, salah satu kota di California yang daerahnya hanya mengembangkan dan mengurusi padang golf. “Satu kota memiliki 37 padang golf. Setiap hari ribuan pesawat pribadi datang kesana hanya untuk golf. Di kota ini isinya hanya resort dan golf, tidak ada yang lain,” ceritanya.
Melihat hal ini, pria yang pernah menjabat sebagai Walikota Solo ini percaya bahwa Indonesia sesungguhnya bisa melakukan hal serupa. Menurutnya sebagai negara yang memiliki beragam budaya dan bahasa, pasti ada banyak keunggulan yang bisa dieksplorasi di setiap daerah. “Mungkin tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat, tetapi dibutuhkan keseriusan seperti itu untuk bisa mengangkat brand suatu kota,” terangnya.
Pada kesempatan ini Presiden Jokowi juga mengingatkan kepada seluruh walikota yang hadir untuk lebih fokus dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sumber : infoantara.com
Baca Juga : Wakil Presiden Ma’ruf Amin: Saya Harap Kopi Papua Ini Menjadi Kopi yang Mendunia















