Menu

Mode Gelap

News · 25 Jun 2026 18:07 WIB ·

Tolak Diskresi Tanpa Dasar Hukum, Forum Ranting NU Jakpus Minta Konfercab Berjalan Konstitusional


 Tolak Diskresi Tanpa Dasar Hukum, Forum Ranting NU Jakpus Minta Konfercab Berjalan Konstitusional Perbesar

 

Jakarta — Bisnispos.com Forum Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Jakarta Pusat Masa Khidmat 2020–2025 menyampaikan sikap tegas menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU Jakarta Pusat. Dalam pernyataan resminya,berlangsung di kantor PCNU Jakarta Pusat.Kamis (25/6/2026).Forum tersebut menegaskan pentingnya menjaga marwah organisasi dengan memastikan seluruh proses Konfercab berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama, serta prinsip-prinsip demokrasi dan tata kelola organisasi yang baik.

Forum Ranting menilai Konfercab merupakan momentum strategis yang akan menentukan arah kepemimpinan dan masa depan organisasi. Karena itu, seluruh tahapan pelaksanaannya harus berlangsung secara tertib, transparan, demokratis, dan memiliki legitimasi yang kuat di mata warga Nahdliyin.

Dalam pernyataan tersebut, Forum Ranting NU Jakarta Pusat yang dibacakan oleh Ustad Widiyanto,secara tegas menolak segala bentuk perpanjangan kepengurusan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang masa khidmatnya telah berakhir untuk kemudian dijadikan peserta maupun pemilik hak suara dalam Konfercab.

Menurut mereka, langkah tersebut berpotensi menimbulkan cacat legitimasi dalam proses pemilihan kepemimpinan cabang karena memberikan hak organisatoris kepada kepengurusan yang secara administratif sudah tidak berlaku. “Organisasi yang besar tidak dapat dibangun di atas kebijakan yang lemah landasan hukumnya,” demikian salah satu poin penting dalam pernyataan tersebut.ujarnya.

Selain itu, Forum Ranting juga menolak penggunaan dalih diskresi sebagai dasar untuk memperpanjang masa berlaku kepengurusan MWC yang telah berakhir. Mereka menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat ketentuan dalam AD/ART maupun Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama yang memberikan kewenangan kepada pengurus definitif, terlebih kepada caretaker, untuk memperpanjang masa khidmat kepengurusan yang sudah berakhir.

Forum Ranting menilai penggunaan diskresi tanpa dasar normatif yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan hukum organisasi dan menciptakan preseden yang dapat merusak tata kelola Nahdlatul Ulama di masa mendatang.

Lebih lanjut, Forum Ranting NU Jakarta Pusat mendesak agar Musyawarah Ranting (Musran) dan Konferensi MWC terlebih dahulu dilaksanakan pada kepengurusan yang masa khidmatnya telah berakhir sebelum Konferensi Cabang digelar.

Menurut mereka, tahapan tersebut bukan sekadar prosedur administratif, melainkan bagian penting dari kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penghormatan terhadap kedaulatan organisasi dari tingkat paling bawah. Mengabaikan proses tersebut dinilai dapat menimbulkan pertanyaan serius terkait keabsahan peserta, hak suara, dan legitimasi hasil Konfercab.

Forum Ranting juga mengingatkan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama selama lebih dari satu abad lahir dari kepatuhan terhadap aturan organisasi, budaya musyawarah, dan keteladanan para ulama dalam menjaga amanah jam’iyah.

“Mari menjaga marwah organisasi dengan menegakkan konstitusi jam’iyah. Kepemimpinan yang kuat hanya dapat lahir dari proses yang sah, jujur, dan bermartabat,” tegas Forum Ranting dalam pernyataannya.

Menutup sikap resminya, Forum Ranting NU Jakarta Pusat menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris untuk menjaga kehormatan jam’iyah serta memastikan Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Pusat menghasilkan kepemimpinan yang sah, kuat, dan memperoleh legitimasi dari seluruh elemen Nahdlatul Ulama.

> “Organisasi yang besar tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi oleh kesediaan semua pihak untuk tunduk kepada aturan yang menjadi dasar berdirinya organisasi itu sendiri.”

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi

25 August 2026 - 17:35 WIB

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

24 August 2026 - 17:10 WIB

Untuk Indonesia: Ketika Seni Budaya Nusantara Menjadi Kekuatan Kemanusiaan bagi Anak Penyintas Kanker

24 August 2026 - 10:00 WIB

Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Timur Tengah, BMDN Perkuat Jembatan Indonesia–Suriah

20 August 2026 - 10:18 WIB

Sendratari Smara Jati Hidupkan Malam di Sigandul View Temanggung, Sanggar Puspita Sakanti Bawa Kisah Ramayana

16 August 2026 - 23:49 WIB

Gus Syaifuddin Mainkan Peran Strategis, Bedah Buku Mbah Wahab Jadi Panggung Membaca Masa Depan NU

16 August 2026 - 17:43 WIB

Trending di News