Menu

Mode Gelap

Bisnis · 5 Dec 2022 03:43 WIB ·

PT. Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS) Tunjuk Eks VP Bank Mandiri (BMRI) Sebagai Komisaris Utama


 Bio Bank Banten Perbesar

Bio Bank Banten

Bisnispos.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (BEKS) menunjuk Muhammad Busthami sebagai komisaris utama dalam agenda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) pada Jumat (2/12/2022).

Berlokasi di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Banten, perseroan juga sepakat mengangkat Hoiruddin Hasibuan sebagai komisaris perwakilan, dan Bambang Widyatmoko sebagai direktur operasional.

Lebih lanjut, perseroan juga mengadakan rombak besar-besaran pada seluruh jajaran direksi dan komisaris Bank Banten.

Dalam laporannya, BEKS memberhentikan dengan hormat ke-5 awak pengurusnya yakni, Hasanudin selaku komisaris utama, Media Warman selaku komisaris independen, M. Yusuf selaku komisaris, Agus Syabarudin selaku direktur utama, dan Cendria Tj Tasdik selaku direktur disnis sebelumnya.

Sementara, Kemal Idris dan Denny Sorimulia Karim akan melanjutkan tugasnya sebagai pelaksana tugas (Plt.) komisaris utama dan direktur utama sebagaimana ditetapkan oleh para pemegang saham hingga proses kepengurusan pemegang saham yang baru terpenuhi.

Disamping itu, RUPSLB Bank Banten juga merumuskan pembentukan kelompok usaha bank (KUB) untuk membantu perseroan dalam mengejar modal inti.

“Sesuai POJK Nomor 12/POJK.03/2020 (POJK 12/2020,) Perseroan bermaksud untuk memintakan persetujuan dari para Pemegang Saham Perseroan terkait dengan rencana Pembentukan KUB guna kewajiban pemenuhan modal inti Perseroan,” jelas Manajemen BEKS dalam keterbukaan informasi yang dibagikan, dikutip pada Senin (5/12/2022).

Sebelumnya, dalam rangka memperkuat struktur permodalan, PT Bank Pembangunan Daerah Banten (BEKS) merencanakan penambahan modal dengan skema rights issue dengan menerbitkan saham seri C sebanyak-banyaknya 30 miliar lembar dengan nominal Rp50 per saham.

Adapun berdasarkan RUPSLB ada 6 poin yang akan menjadi fokus Bank Banten, yakni:

  1. Aspek penguatan modal
  2. Aspek likuiditas dengan menjaga di level optimal
  3. Akselerasi penagihan dan penyelesaian kredit bermasalah
  4. Aspek tata kelola
  5. Akselerasi pertumbuhan kredit yang berkualitas (Quality Growth)
  6. Efisiensi biaya operasional

Sumber : Bisnis.com

Baca Juga: Soal PHK Massal di “Startup”, Komisaris Utama PT Telkom: Tidak Ada Bisnis 100 Persen Untung Terus

Artikel ini telah dibaca 183 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Dugaan Kerugian Keuangan Kerjasama Jamkrida Jabar – Jakre Capai Hampir 100 M

20 December 2025 - 17:08 WIB

Akademisi UKM Malaysia, Dato Junaidi: Solidaritas ASEAN Adalah Kunci Ketahanan Kawasan Hadapi Bencana Alam

20 December 2025 - 16:30 WIB

United Tractors Gandeng 20 UMKM Terpilih Lewat Penandatanganan MoU CSR di Jakarta

20 December 2025 - 05:35 WIB

Hutan Diklaim Selamat, Luka Rakyat Menganga

20 December 2025 - 04:48 WIB

PRAY for SUMATERA “SIKLUS” Hadir di Bantaran Ciliwung, Fadli Zon Diundang Hadir

18 December 2025 - 12:46 WIB

Antusiasme Jamaah Padati Tebuireng, Khotmul Qur’an Warnai Haul ke-16 Gus Dur

18 December 2025 - 03:49 WIB

Trending di Bisnis