Jakarta – Bisnispos. Setelah hampir lima tahun hiatus, Mbahewa Mitzil akhirnya kembali dengan karya terbaru yang menggairahkan hati para penggemar. Kali ini, penyanyi berbakat tersebut merilis single bertajuk “Bukit Bintang”, yang menggabungkan genre campursari dengan sentuhan modern Jawa atau yang lebih dikenal sebagai musik Ambyar.
Lagu ini tidak hanya menjadi penanda kepulangan Mbahewa Mitzil di industri musik, tetapi juga menjadi eksplorasi baru dalam kariernya. Dengan genre campursari, single ini menawarkan pengalaman musikal yang segar dan menghibur, terutama bagi para pecinta musik tradisional Jawa yang ingin merasakan sentuhan modern.
Mengenal Lagu ‘Bukit Bintang’

‘Bukit Bintang’ mengambil latar di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di bukit indah yang menjadi tempat favorit anak muda untuk nongkrong dan menikmati pemandangan malam yang memesona. Nama ‘Bukit Bintang’ sendiri berasal dari keindahan cahaya lampu yang terlihat dari kejauhan, menyerupai bintang-bintang di langit.
Di lagu ini, Mbahewa Mitzil menceritakan kisah romantis yang menyayat hati. Kisah tersebut menggambarkan hubungan unik antara dua sahabat yang saling memendam perasaan. Di suatu malam di ‘Bukit Bintang’, sang pemuda akhirnya menyadari bahwa gadis yang ia cintai ternyata sudah memiliki tunangan. Momen ini menjadi puncak emosi dari lagu ini.
Lirik yang Menyentuh
Lirik lagu ‘Bukit Bintang’ dirancang untuk menyentuh hati pendengar dengan emosi yang intens. Berikut adalah beberapa penggalan lirik yang menceritakan kisah ini:
Penggalan Lirik:
“Nangis batin ku yen eling Kowe nyender neng samping kuping Keluh kesah bab katresnan Gawe trenyuh atiku sing kasmaran”
(Artinya: Aku menangis diam-diam karena melihatmu Kau duduk di sebelahku Kau curahkan semua keluh kesahmu Dan hatiku merasa sedih karena kasmaran ini)
Refrain:
“Bukit bintang janji sayang Aku lan kowe ninggal kenangan Janjine mbiyen sayang yo mung aku Mbok sayang – sayang”
(Artinya: Bukit bintang menjadi saksi janji cinta Aku dan kau tinggal kenangan Janji itu hanyalah milikku Sayang, tolong jadikan aku sebagai panggilanmu)
Lirik ini berhasil menggabungkan kesedihan, harapan, dan keindahan alam ‘Bukit Bintang’, membuat para pendengar merasa terhubung dengan kisah ini.
Kolaborasi Menjanjikan
Untuk menciptakan suara yang unik, Mbahewa Mitzil bekerja sama dengan musisi berpengalaman dari Banyuwangi, Jawa Timur, yaitu Fierman Pe-Ok & Team. Mereka dikenal sebagai komposer lagu G.A.L.A.U, yang dipopulerkan oleh Fitri Carlina. Kolaborasi ini memberikan warna baru pada musik campursari, membuat ‘Bukit Bintang’ lebih menarik dan modern.
Penutup
Dengan ‘Bukit Bintang’, Mbahewa Mitzil tidak hanya kembali ke industri musik, tetapi juga membawa angin segar melalui musik campursari modern. Lagu ini menjadi bukti bahwa musik tradisional Jawa tetap relevan dan bisa diterima oleh generasi muda.
Bagi para penggemar, jangan lewatkan single ini! Dukung Mbahewa Mitzil melalui media sosialnya:
- Instagram/TikTok: @mba_ewa
- Facebook: Mbahewa Mitzil
- YouTube: Freewalk Music Independent













