Menu

Mode Gelap

Bisnis · 22 Nov 2022 03:16 WIB ·

GOTO Mencatatkan Pembengkakan Rugi Hingga Tembus Rp20 Triliun, Walau Promo-Promo Berkurang, Kenapa?


 GOTO (Gojek Tokopedia) Perbesar

GOTO (Gojek Tokopedia)

Bisnispos.com, JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) baru saja merilis laporan keuangan kuartal III/2022. Hasilnya GOTO mencatatkan pembengkakan rugi hingga 75,49 persen sekalipun beban promosi telah ditekan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, GOTO mencatatkan rugi diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,32 triliun. Angka ini meroket 75,49 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Pada 2021, GOTO mencatatkan rugi sebesar Rp11,57 triliun.

Adapun beban daripada GOTO masih terbilang cukup masif dengan total Rp30,72 triliun. Angka ini naik hingga 86,78 persen dari Rp16,44 triliun pada tahun 2021. Naiknya beban serta rugi dikarenakan merger antara Gojek dan Tokopedia baru tercatat pada tahun ini.

Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menjelaskan perseroan didorong untuk menerapkan prinsip kehati-hatian yang berfokus pada optimalisasi beban usaha. Hal ini dipicu oleh adanya kondisi perekonomian seperti peningkatan inflasi, kenaikan suku bunga, harga bahan bakar minyak (BBM), dan energi.

“Sepanjang kuartal ketiga kami telah mengurangi belanja insentif, menghapus belanja promosi untuk kelompok konsumen nonaktif, dan terus menurunkan belanja pemasaran serta terus mengoptimalkan pengurangan beban biaya, untuk mendukung fundamental Perseroan,” jelas Jacky dalam keterangan tertulis pada Senin (21/11/2022).

Sebagai upaya mengurangi beban, GOTO tengah menggencarkan konsumen agar masuk ke dalam ekosistem GoPay Coins. Fitur yang telah tersedia sejak Juni 2022 diklaim telah menunjukkan hasil positif dengan 21 persen pengguna telah menggunakan GoPay Coins untuk bertransaksi.

Ilustrasi Traffic Pendapatan

Ilustrasi Traffic Pendapatan

GOTO Raup Pendapatan Rp7,9 Triliun Naik 132 Persen, Sinyal Ekonomi Pulih? GOTO Chart by TradingView Jacky juga menyebut penggunaan GoPay Coins telah mendorong akuisisi pelanggan lintas platform hingga 2,3 kali lebih tinggi. Fitur ini juga telah menghemat beban akuisisi pelanggan sebesar 20 persen dibanding dengan insentif yang hanya dapat digunakan dalam satu platform.

Ke depannya, GOTO akan terus mengoptimalisasi beban promosi bersamaan dengan pergeseran sumber pendapatan produk dengan margin lebih tinggi khususnya pada pinjaman. GOTO sendiri aktif dalam melakukan uji coba untuk produk baru seperti layanan pinjaman tunai yang mulai diuji coba pada Oktober 2022.

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan demi mencetak kinerja fundamental yang positif GOTO perlu mengurangi berbagai beban yang mereka miliki. Salah satunya adalah mengurangi beban daripada promo, dan juga melakukan efisiensi seperti melakukan pemutusan hari kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawan.

Saham GOTO, Blibli, dan Bukalapak Kompak Turun Bareng, Mengapa? “Kita bisa melihat GOTO ada PHK. Kalau Tokopedia sudah kurangi cashback dan kurangi bakar duit lalu juga menambah biaya admin. Harapannya dapat mengecil kerugian,” ujar Wawan kepada Bisnis pada Senin (21/11/2022).

Selain itu, demi mencetak kinerja positif GOTO perlu memperbanyak tambahan cash flow. GOTO juga disebut perlu mempertimbangkan langkah divestasi untuk mendapatkan dana segar atau fresh money.

Terkait dengan penambahan modal GOTO dinilai dapat melakukan aksi korporasi berupa private placement maupun rights issue. Namun, Wawan mengingatkan akan adanya efek dilusi jika para pemegang saham enggan turut serta dalam aksi korporasi tersebut.

“Harus tambah permodalan atau bisa jual saham seperti private placement dan rights issue. Namun, kalau mereka (pemegang saham) tidak ikut rights issue akan terjadi terdilusi,” jelas Wawan.

Sumber: Bisnis.com

Baca Juga : PNG Saka Sukses Digitalisasi Proses Bisnis, Efisiensi US$2,18 Juta Per Tahun

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Dugaan Kerugian Keuangan Kerjasama Jamkrida Jabar – Jakre Capai Hampir 100 M

20 December 2025 - 17:08 WIB

Akademisi UKM Malaysia, Dato Junaidi: Solidaritas ASEAN Adalah Kunci Ketahanan Kawasan Hadapi Bencana Alam

20 December 2025 - 16:30 WIB

United Tractors Gandeng 20 UMKM Terpilih Lewat Penandatanganan MoU CSR di Jakarta

20 December 2025 - 05:35 WIB

Hutan Diklaim Selamat, Luka Rakyat Menganga

20 December 2025 - 04:48 WIB

PRAY for SUMATERA “SIKLUS” Hadir di Bantaran Ciliwung, Fadli Zon Diundang Hadir

18 December 2025 - 12:46 WIB

Antusiasme Jamaah Padati Tebuireng, Khotmul Qur’an Warnai Haul ke-16 Gus Dur

18 December 2025 - 03:49 WIB

Trending di Bisnis