Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 2 Aug 2024 08:54 WIB ·

Generasi Z Makin Enggan Pakai Uang Kertas, Ini Kata Bos BI


 Generasi Z Makin Enggan Pakai Uang Kertas, Ini Kata Bos BI Perbesar

Jakarta –  Bisnispos.com. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa generasi muda Indonesia, terutama Generasi Y, Generasi Z, dan Generasi Alpha, semakin malas menggunakan uang kertas. Mereka kini lebih memilih uang elektronik dan metode pembayaran digital seperti QRIS.

“Generasi Y, Generasi Z, Generasi Alpha, mereka semakin ogah dengan uang yang kertas. Mereka sekarang sudah biasa dengan uang elektronik, dengan serba QRIS, serba online, everything. Itulah generasi Y, generasi Z, tapi mereka suka dengan uang digital,” kata Perry dalam acara ‘Peluncuran Blueprint Sistem Pembayaran 2030’ di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat (2/8/2024).

Tiga Jenis Uang di Masa Depan

Menghadapi fenomena ini, Perry menjelaskan bahwa dalam lima tahun ke depan, BI akan mengeluarkan tiga jenis uang:

1. Uang Kertas Konvensional: Masih diperlukan untuk generasi tua yang lebih nyaman dengan uang fisik.
2. Uang Elektronik: Menyediakan kemudahan transaksi digital yang sudah banyak digunakan oleh generasi muda.
3. Rupiah Digital: Akan disiapkan dengan syarat-syarat tertentu, termasuk kesiapan industri dalam mendistribusikan rupiah digital.

Peran BI dalam Penerbitan Rupiah Digital

Perry menegaskan bahwa BI adalah satu-satunya lembaga yang berwenang menerbitkan rupiah digital di Indonesia. “BI satu-satunya lembaga yang sah bagi negara menerbitkan digital sehingga hanya BI yang menerbitkan rupiah digital, tidak ada yang lain. Tidak sah digital currency apapun yang diterbitkan swasta,” jelasnya.

Inovasi dalam Sistem Pembayaran

Pada acara tersebut, Perry juga memaparkan hasil perlombaan Bank Indonesia Hackathon 2024 yang menghasilkan berbagai inovasi. Berikut lima inovasi terkemuka:

1. Teknologi Pendeteksi Emosi Wajah: Dapat mendeteksi emosi pengguna melalui ekspresi wajah.
2. Teknologi Pembayaran untuk Difabel: Memudahkan akses pembayaran bagi penyandang disabilitas.
3. Rich Credit Scoring: Untuk mendeteksi penipuan dalam sistem kredit.
4. Intelligent Money Laundry Detection: Mendeteksi dan mencegah pencucian uang.
5. Geo-Data Driven Insight: Melacak dan melihat posisi pengguna yang sedang melakukan pembayaran melalui QRIS.

Kontribusi Anak Muda dalam Inovasi

Perry menekankan pentingnya kontribusi anak muda dalam mengembangkan teknologi pembayaran. “Anak-anak sekarang bisa membuat inovasi untuk melihat wajah kita, dia lihat wajah kita, apa yang ada di dompetnya, apa yang ada di hatinya,” ungkapnya.

Dengan berbagai inovasi ini, Perry berharap kemampuan anak muda dapat diarahkan untuk kebaikan bangsa dan negara.

Bank Indonesia terus berupaya mendukung perkembangan teknologi pembayaran digital untuk memenuhi kebutuhan generasi muda yang semakin enggan menggunakan uang kertas. (Pacex)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi

25 August 2026 - 17:35 WIB

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

24 August 2026 - 17:10 WIB

Untuk Indonesia: Ketika Seni Budaya Nusantara Menjadi Kekuatan Kemanusiaan bagi Anak Penyintas Kanker

24 August 2026 - 10:00 WIB

Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Timur Tengah, BMDN Perkuat Jembatan Indonesia–Suriah

20 August 2026 - 10:18 WIB

Sendratari Smara Jati Hidupkan Malam di Sigandul View Temanggung, Sanggar Puspita Sakanti Bawa Kisah Ramayana

16 August 2026 - 23:49 WIB

Gus Syaifuddin Mainkan Peran Strategis, Bedah Buku Mbah Wahab Jadi Panggung Membaca Masa Depan NU

16 August 2026 - 17:43 WIB

Trending di News