Menu

Mode Gelap

News · 22 Jul 2026 16:32 WIB ·

Dialog NU & Civil Society: Budayantara TV dan LPL Tegaskan Peran Strategis NU sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar ke-35


 Dialog NU & Civil Society: Budayantara TV dan LPL Tegaskan Peran Strategis NU sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar ke-35 Perbesar

 

Jakarta – Bisnispos.com Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Budayantara TV bersama Lembaga Peradaban Luhur (LPL) menggelar podcast bertajuk “Dialog NU & Civil Society” dengan mengangkat tema “Meneguhkan Peran Nahdlatul Ulama sebagai Pilar Civil Society Menjelang Muktamar NU ke-35″. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026), menjadi ruang dialog yang membahas peran strategis NU dalam menjaga demokrasi, merawat kebangsaan, serta memperkuat posisi masyarakat sipil di Indonesia.

Podcast yang dipandu oleh Rakhmad Zailani Kiki menghadirkan dua narasumber, Cak Islah Bahrawi dan KH Taufik Damas, yang dikenal aktif mengulas isu-isu kebangsaan, keislaman, dan penguatan civil society.

Dalam pemaparannya, Cak Islah Bahrawi menegaskan bahwa masyarakat sipil (civil society) merupakan fondasi utama bagi tegaknya demokrasi yang sehat. Menurutnya, keberadaan masyarakat sipil yang kuat menjadi penyeimbang kekuasaan sekaligus benteng dalam menghadapi politisasi identitas dan masuknya ideologi transnasional yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

«”NU memiliki modal sosial, jaringan kultural, dan otoritas moral yang sangat besar. Karena itu, NU harus tetap menjadi kekuatan masyarakat sipil yang mampu menjaga rasionalitas publik serta mengawal kebijakan negara agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Cak Islah Bahrawi.»

 

Sementara itu, KH Taufik Damas menegaskan bahwa posisi NU sebagai bagian dari civil society bukan berarti mengambil sikap berseberangan dengan negara. Menurutnya, hubungan yang ideal adalah hubungan yang kritis, dialogis, dan setara.

«”NU harus mendukung setiap kebijakan yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Namun, ketika terdapat penyimpangan atau kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, NU memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan. Dengan demikian, NU tetap menjadi mitra strategis negara tanpa kehilangan independensi dan kebebasan moralnya,” jelas KH Taufik Damas.»

Diskusi berlangsung dinamis dengan mengulas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari polarisasi politik, menguatnya pragmatisme, hingga tantangan terhadap kualitas demokrasi. Kedua narasumber sepakat bahwa Muktamar NU ke-35 harus menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat kembali khittah organisasi sebagai penjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus pengawal kehidupan kebangsaan.

Melalui podcast ini, Budayantara TV bersama Lembaga Peradaban Luhur berharap lahir berbagai gagasan konstruktif yang dapat memperkokoh peran Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya menjalankan fungsi dakwah, tetapi juga sebagai pilar civil society yang konsisten menjaga etika publik, memperkuat kohesi sosial, memberdayakan masyarakat, serta mengawal demokrasi Indonesia agar tetap berada dalam koridor keadilan, kemanusiaan, dan konstitusi.

Di tengah dinamika sosial-politik yang semakin kompleks, NU dinilai memiliki tanggung jawab historis untuk terus menjadi pelayan umat, perekat persatuan bangsa, sekaligus penjaga nilai-nilai kebangsaan. Dengan mempertahankan independensi moral dan semangat pengabdian kepada masyarakat, NU diyakini akan tetap menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan Indonesia yang demokratis, adil, damai, dan berkeadaban, sekaligus memastikan Muktamar NU ke-35 melahirkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri organisasi.(Djo)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

24 August 2026 - 17:10 WIB

Untuk Indonesia: Ketika Seni Budaya Nusantara Menjadi Kekuatan Kemanusiaan bagi Anak Penyintas Kanker

24 August 2026 - 10:00 WIB

Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Timur Tengah, BMDN Perkuat Jembatan Indonesia–Suriah

20 August 2026 - 10:18 WIB

Sendratari Smara Jati Hidupkan Malam di Sigandul View Temanggung, Sanggar Puspita Sakanti Bawa Kisah Ramayana

16 August 2026 - 23:49 WIB

Gus Syaifuddin Mainkan Peran Strategis, Bedah Buku Mbah Wahab Jadi Panggung Membaca Masa Depan NU

16 August 2026 - 17:43 WIB

Dari Teror Rentenir Ibu Rini Bangkit Bersama PNM dan Menata Masa Depan Keluarga

13 August 2026 - 16:16 WIB

Trending di Ekonomi