Oleh: Masdjo Arifin – Penggiat Budaya – (Founder Budayantara Media Digital Nusantara)
Jakarta,- Bisnispos.com Di tengah gempuran makanan cepat saji dan kuliner modern dari berbagai belahan dunia, satu hidangan khas Betawi tetap berdiri tegak sebagai simbol kekayaan cita rasa Nusantara. Namanya gado-gado hidangan sederhana yang kini dikenal luas sebagai “Indonesian Salad” atau salad khas Indonesia.
Lebih dari sekadar makanan, gado-gado adalah warisan budaya masyarakat Betawi yang telah melintasi batas negara. Perpaduan aneka sayuran segar, tahu, tempe, telur, lontong, kerupuk, dan siraman bumbu kacang yang kaya rempah menjadikan gado-gado sebagai sajian yang tidak hanya lezat, tetapi juga sarat filosofi tentang keberagaman, kebersamaan, dan harmoni.
Warisan Kuliner Betawi yang Sarat Makna
Banyak sejarawan kuliner meyakini bahwa gado-gado berasal dari tanah Betawi, masyarakat asli Jakarta. Dalam bahasa Betawi, istilah “gado” dimaknai sebagai makan tanpa nasi, menggambarkan hidangan yang mengandalkan sayuran sebagai bahan utama.
Sejak dahulu, masyarakat Betawi telah mengenal tradisi menyajikan berbagai jenis sayuran rebus yang dipadukan dengan bumbu kacang khas. Seiring perjalanan waktu, hidangan ini berkembang melalui akulturasi budaya, termasuk pengaruh kuliner Tionghoa dan Jawa, hingga menjadi sajian yang dikenal seperti sekarang.
Inilah bukti bahwa Betawi sejak lama menjadi ruang perjumpaan berbagai budaya yang melahirkan identitas kuliner yang unik dan diterima oleh semua kalangan.
Dari Jakarta Menuju Dunia
Kini, gado-gado telah melampaui statusnya sebagai makanan tradisional. Hidangan khas Betawi ini telah hadir di berbagai restoran Indonesia di Eropa, Amerika, Australia, hingga Asia, bahkan kerap disebut sebagai salah satu makanan paling sehat dari Indonesia karena kaya serat, protein nabati, dan nutrisi alami.
Popularitasnya semakin menguat ketika restoran Gado-Gado di Portland, Oregon, Amerika Serikat, berhasil menarik perhatian dunia kuliner internasional. Restoran tersebut mengantarkan chef keturunan China-Indonesia, Thomas Pisha-Duffly, menjadi finalis James Beard Awards 2026 untuk kategori Best Chef: Northwest & Pacific.
James Beard Awards sendiri dikenal sebagai penghargaan paling bergengsi di industri kuliner Amerika Serikat, bahkan sering dijuluki “Oscar Dunia Kuliner.” Masuknya restoran bernama Gado-Gado dalam ajang tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa cita rasa Nusantara mampu bersaing di panggung internasional.
Thomas mengaku kecintaannya terhadap masakan Indonesia berawal dari resep-resep keluarga yang diwariskan sang nenek asal Surabaya. Setelah mempelajari lebih dalam kekayaan kuliner Nusantara melalui perjalanan ke Indonesia, ia mendirikan restoran Gado-Gado pada tahun 2019 dengan konsep yang menggabungkan tradisi dan sentuhan modern.
Nama “Gado-Gado” dipilih sebagai simbol keberagaman budaya yang menyatu dalam satu hidangan sebuah filosofi yang juga mencerminkan Indonesia.
Kebanggaan Betawi, Kebanggaan Indonesia
Bagi masyarakat Betawi, keberhasilan gado-gado menembus pasar internasional bukan sekadar prestasi kuliner. Ini adalah pengakuan terhadap identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Di balik sepiring gado-gado tersimpan kisah tentang kehidupan masyarakat Betawi yang terbuka, toleran, dan mampu meramu keberagaman menjadi kekuatan. Setiap bahan memiliki karakter yang berbeda, tetapi berpadu harmonis melalui bumbu kacang yang menjadi ciri khasnya. Filosofi itu selaras dengan semangat persatuan Indonesia.
Sebagai kuliner asli Betawi, gado-gado menjadi duta budaya yang memperkenalkan wajah Jakarta dan Indonesia kepada dunia. Tidak berlebihan jika banyak orang menyebutnya sebagai salah satu ikon gastronomi nasional.
Menjaga Warisan, Mengangkat Martabat Bangsa
Kesuksesan gado-gado di panggung dunia menjadi pengingat bahwa kuliner tradisional bukan sekadar makanan, melainkan aset budaya yang harus dijaga dan dipromosikan. Di tengah arus globalisasi, masyarakat Betawi memiliki tanggung jawab moral untuk terus melestarikan warisan leluhur agar tetap hidup di tengah generasi muda.
Karena setiap kali sepiring gado-gado disajikan, yang hadir bukan hanya kelezatan rasa, melainkan juga sejarah, identitas, dan kebanggaan sebuah bangsa.
Gado-gado bukan sekadar salad Indonesia. Ia adalah kebanggaan Betawi yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.















