Menu

Mode Gelap

News · 21 Mar 2023 07:16 WIB ·

Gus Syaifuddin : Merajut Tradisi NU dan Muhammadiyah Menjadi Garda Depan Perjuangan Bangsa


 Gus Syaifuddin : Merajut Tradisi NU dan Muhammadiyah Menjadi Garda Depan Perjuangan Bangsa Perbesar

Jakarta – NU dan Muhammadiyah sangat dekat orang NU sering menyebut Muhammadiyah sebagai “saudara tua”. Kadang pula menyebutnya dengan organisasi “sebelah” ataupun “tetangga”. Baik sebutan “saudara tua”, “tetangga”, ataupun “sebelah”, sebetulnya biasa saja. Satu waktu sangat dekat, satu waktu sangat jauh, itu biasa saja. tapi keduanya lahir di tanah dan air yang sama. Keduanya harus berjemaah menghalau anasir-anasir yang merusak bangsa ini dan terus konsisten mendatangkan selaksa kemaslahatan bagi Indonesia dan keindonesiaan.

Orang NU pun selalu bercerita bahwa Hubungan pendiri NU, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, baik-baik saja. Keduanya satu guru, sama-sama nyantri kepada Kiai Saleh Darat, di Semarang. Muhammadiyah adalah saudara tua, Kiai Dahalan juga lebih senior 7 tahun daripada Kiai Hasyim. Kiai Dahlan lahir di Jogjakarta 1 Agustus 1868 dan wafat di Jogjakarta 23 Februari 1923. Kiai Hasyim lahir di Demak 10 April 1875 dan wafat di Jombang 25 Juli 1947.

Pengurus PCNU Jakarta Pusat diterima oleh Pengurus Muhammadiyah Jakarta Pusat KH.Agus Salim selaku Ketua dan Sekretaris KH.Bambang serta KH.Makmuri selaku Bendahara.

Syaifuddin,ME yang kerap kali di sapa Gus Syaifuddin selaku ketua PCNU Jakarta Pusat dan Mustasyar Brigjen TNI P Syahnan didampingi Ustad Subham Salim selaku Wakil Ketua dan Ustad Warnadi.

Tradisi Silahturami ini dilakukan menjelang Ramadhan.” nyatanya Kiai Dahlan dan Kiai Hasyim mendapatkan ilmu dari sumber mata air yang sama. Maka rasanya tak perlu lagi ada saling ejek antara warga Muhammadiyah dengan kaum Nahdliyin,” Tegas Syaifuddin.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Jelang Aksi 27 Agustus, IKB Jabodetabek Serukan Warga Tak Mudah Terprovokasi

25 August 2026 - 17:35 WIB

Budaya Menjadi Jembatan Kemanusiaan, Renee Partina Hadiri Pameran “Living the War: Children”

24 August 2026 - 17:10 WIB

Untuk Indonesia: Ketika Seni Budaya Nusantara Menjadi Kekuatan Kemanusiaan bagi Anak Penyintas Kanker

24 August 2026 - 10:00 WIB

Diplomasi Budaya Nusantara Menembus Timur Tengah, BMDN Perkuat Jembatan Indonesia–Suriah

20 August 2026 - 10:18 WIB

Sendratari Smara Jati Hidupkan Malam di Sigandul View Temanggung, Sanggar Puspita Sakanti Bawa Kisah Ramayana

16 August 2026 - 23:49 WIB

Gus Syaifuddin Mainkan Peran Strategis, Bedah Buku Mbah Wahab Jadi Panggung Membaca Masa Depan NU

16 August 2026 - 17:43 WIB

Trending di News