Menu ✖

Mode Gelap

Bisnis · 2 Jun 2025 08:24 WIB ·

Program Kemensos dan Kontroversi Pembelian Mobil Mewah


 Program Kemensos dan Kontroversi Pembelian Mobil Mewah Perbesar

Jakarta,– Bisnispos.Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) kembali menjadi sorotan setelah pengumuman pembelian empat unit mobil mewah dengan total anggaran mencapai Rp 4.394.565.000. Jika dirata-rata, harga satu mobil mencapai Rp 1.098.641.250. Pembelian ini menyusul pengeluaran tahun lalu, di mana Sekretaris Jenderal Kemensos telah menggelontorkan dana Rp 1.627.000.000 untuk mobil mewah lain yang digunakan untuk keperluan serupa.

Dewa Micko, Koordinator Aktivis Muda NU Jakarta, mengungkapkan bahwa pembelian mobil mewah ini mencerminkan tabiat jelek dari Aparat Sipil Negara (ASN) dan politisi, termasuk Gus Ipul, yang dianggap menikmati fasilitas negara dengan kemewahan yang berlebihan. Menurut Dewa, anggaran yang dialokasikan untuk kaum penyandang disabilitas, khususnya program Permakanan, sangat jauh dari harapan. Meskipun ditujukan untuk 36.000 orang, anggaran per hari hanya sekira Rp 300.000, jauh dari angka yang seharusnya.

Pada tahun 2025, Direktorat Jenderal Rehabilitas Sosial Kemensos merencanakan anggaran sebesar Rp 394.200.000.000 untuk program yang sama. Namun, Dewa memperingatkan bahwa kurangnya pengawasan dalam pengelolaan dana ini dapat menyebabkan dana tidak sampai ke tangan yang berhak. “Public trust terhadap pengelolaan anggaran oleh Gus Ipul sangat rendah,” tegasnya.

Dewa menyoroti kontras mencolok antara anggaran besar yang diberikan kepada ASN dan pejabat Kemensos dengan alokasi yang sangat minim untuk penyandang disabilitas. “ASN seolah mendapatkan daging, sementara penyandang disabilitas hanya mendapatkan tulang,” ujar Dewa. Dia juga mencatat bahwa ketidakjelasan dalam metode penyaluran program Permakanan menjadi salah satu faktor mengapa program tersebut tidak berjalan efektif. “Apakah via tender atau penunjukan langsung?” tanyanya.

Dengan masalah-masalah yang dihadapinya, tantangan bagi Kemensos kini adalah memperbaiki citra dan kepercayaan publik, serta memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi kaum penyandang disabilitas di Indonesia.***

Artikel ini telah dibaca 42 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

PJBW Pekan ke-98 Berkolaborasi dengan Budayantara Fest 2026, Tebar Kepedulian untuk Masyarakat dan Pengemudi Ojol

23 October 2026 - 05:56 WIB

Gus Syaifuddin: Masa Depan Indonesia Emas Membutuhkan Santri Berilmu dan Berakhlak

22 October 2026 - 06:24 WIB

Rismi Elita, Sosok Perempuan di Balik Kelezatan Sajian Diplomasi Budaya Budayantara dan Palestina

20 October 2026 - 17:21 WIB

Dedikasi dr. Kurniawan di SSL Clinic: Utamakan Tanggung Jawab, Kenyamanan, dan Kepercayaan Pasien

11 October 2026 - 03:21 WIB

Khadijah Travel Gelar Manasik Umrah, Jamaah Dibekali Ilmu hingga Praktik Thawaf dan Sa’i

4 October 2026 - 03:09 WIB

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Mekaar Nyalakan Masa Depan Anak-Anak Putus Sekolah

30 September 2026 - 05:36 WIB

Trending di News