Oleh: Sugandi (Kasub Sektor Pokdarkamtibmas 42 Ciganjur)
Jakarta,- Bisnispos.Manusia perlahan sadar akan kehidupan yang sarat dengan kekerasan dan mencoba untuk membangun kehidupan yang aman dan damai. Tetapi di berbagai daerah masih sering ditemui berbagai kasus dan peristiwa-peristiwa yang menonjolkan tindakan dan bentuk-bentuk kekerasan. Untuk mengatasi kasus yang sama dan peristiwa kekerasan dalam skala besar perlu untuk menanamkan kepada setiap individu model kebijakan multikulturalisme.pendekatan budaya damai dan kesadaran tertib bermasyarakat.
Pendidikan anti kekerasan sebagai pendidikan karakter merupakan sebuah proses agar seseorang dapat menjadi manusia yang utuh serta mempunyai sikap dan individu berkarakter yang dilihat dari hati, pikiran, raga, serta rasa dan karsa yang di dalamnya berisi pengetahuan, kesadaran dan kemauan atau kehendak sendiri. Perlu dipahami bahwa pendidikan anti kekerasan dan pendidikan karakter adalah satu kesatuan dan saling terhubung. Pendidikan anti kekerasan merupakan usaha dari pendidikan karakter karena keduanya berusaha untuk melatih seorang individu untuk dapat menanamkan sikap-sikap moral serta berbudi pekerti luhur sehingga secara tidak langsung dapat terhindar dari berbagai bentuk tindakan kekerasan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Karakter yang mencerminkan kedamaian di masyarakat adalah karakter yang tidak diskriminatif, yakni berani bersahabat dengan semua orang tanpa memandang suku, agama, ras, golongan maupun tingkatan kelas. Perbedaan merupakan karunia, namun yang sering terjadi adalah perselisihan karena ada yang tidak bisa menerima perbedaan. Masyarakat yang damai adalah masyarakat yang tidak memperhatikan perbedaan-perbedaan. Saling menghormati antar warga masyarakat, saling menghargai hak masing-masing, serta tidak ada bentuk eksploitasi yang perlu diusahakan. Manusia mempunyai hak untuk dihormati keberadaannya. Saling menghargai keunikan masing-masing dapat membentuk suasana yang nyaman dan aman dalam masyarakat. Terciptanya hidup yang aman dalam masyarakat juga dapat dilihat dari bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada yaitu dengan melakukan musyawarah. Di dalam musyawarah terdapat proses tukar- menukar pendapat dan pembahasan masalah dengan pikiran yang dingin sehingga tidak terjadi perdebatan yang tidak mempunyai ujung atau solusinya.
Masyarakat yang damai adalah masyarakat yang tanpa kekerasan dan selalu mengedepankan pemberesan konflik secara kekeluargaan tanpa harus melakukan tindakan kekerasan. Masyarakat yang damai juga diartikan sebagai masyarakat yang didalamnya terdapat kebebasan yang bertanggung jawab. Salah satu wujud kebebasan yang menjadi tujuan adalah kebebasan dalam berekspresi dan menyuarakan pendapat. Masyarakat yang damai juga adalah masyarakat yang menjalin komunikasi yang baik antar warga masyarakat.
Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi DKI Jakarta Heru Budi Hartono memuji kawasan Ciganjur sebagai salah satu kawasan di Jakarta Selatan yang dinilai relatif aman dibandingkan kawasan lain di DKI Jakarta.
Ciganjur adalah indeks kerawanan yang paling rendah, paling rendah artinya, tawuran nya rendah, kriminalitasnya rendah.
Kolaborasi Kamtibmas (Keamanan, Ketertiban, Masyarakat) merupakan kunci untuk menciptakan rasa aman dan damai di masyarakat. Tugas ini bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai warga negara.
Kita semua dapat berkontribusi dalam menciptakan budaya damai dan saling menghargai perbedaan dengan berbagai cara, seperti:
Meningkatkan toleransi dan saling menghormati: Kita harus menerima dan menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan budaya satu sama lain. Hindari diskriminasi dan ujaran kebencian yang dapat memicu konflik.
Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Kamtibmas: Kita dapat mengikuti kegiatan siskamling, ronda malam, atau program lainnya yang bertujuan untuk menjaga keamanan lingkungan.
Melaporkan tindak kriminal kepada pihak berwajib: Jika kita melihat atau mengetahui adanya tindak kriminal, segera laporkan kepada pihak berwajib agar dapat ditindaklanjuti.
Menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitar: Kita dapat menjadi contoh bagi orang lain dengan berperilaku sopan, santun, dan saling membantu. Kita juga dapat menjadi mediator dalam menyelesaikan konflik antar individu atau kelompok.
Mendidik anak-anak tentang pentingnya perdamaian: Kita dapat mengajarkan anak-anak tentang nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan menyelesaikan konflik dengan cara damai.
Dengan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.
Kolaborasi Kamtibmas merupakan upaya berkelanjutan yang membutuhkan komitmen dan kerjasama dari semua pihak. Marilah kita bersama-sama membangun budaya damai dan saling menghargai perbedaan demi terciptanya masyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera.















