Jakarta, — Bisnispos.com Diplomasi budaya tak selalu berlangsung di ruang-ruang formal dengan pidato dan pembicaraan serius. Terkadang, kehangatan justru hadir dari meja makan, melalui hidangan yang disajikan dengan ketulusan. Itulah potret kecil yang mewarnai pertemuan Budayantara Media Digital Nusantara (BMDN) dengan Duta Besar Palestina pada Senin (19/10/2026), dalam diskusi persiapan Budayantara Fest 2026.
Di balik pembicaraan mengenai kebudayaan, kemanusiaan, dan solidaritas Indonesia-Palestina, ada sosok perempuan bernama Rismi Elita. Ia menyiapkan hidangan untuk dinikmati bersama, menghadirkan suasana akrab di tengah diskusi yang membahas persiapan perhelatan budaya tersebut.
Bagi Rismi, memasak bukan sekadar aktivitas keseharian. Di balik hidangan yang tersaji, ada semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari kehidupannya.
Kesehariannya dekat dengan kegiatan memasak dan aktivitas sosial. Ia juga sesekali terlibat dalam kegiatan Jumat Berkah serta mengikuti kajian. Berbagi, baginya, bukan hanya tentang memberikan sesuatu yang dimiliki, melainkan juga menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain.
Ketulusan yang Menguatkan Gerakan Budaya
Dukungan Rismi terhadap Budayantara menjadi bagian dari semangat gotong royong yang menghidupkan gerakan kebudayaan. Ia mungkin tidak berada di depan forum untuk menyampaikan gagasan diplomasi, tetapi kontribusinya melalui sajian dan dukungan nyata turut menciptakan ruang pertemuan yang hangat dan penuh kebersamaan.
Dalam konteks Budayantara Fest 2026, yang mengusung semangat “Solidaritas Kemanusiaan dengan Kekuatan Budaya”, keterlibatan seperti ini memiliki makna tersendiri. Kebudayaan tidak hanya hadir melalui tarian, musik, tradisi, atau pertunjukan seni, tetapi juga melalui nilai-nilai keseharian: keramahan, kepedulian, gotong royong, dan kesediaan berbagi.
Hidangan yang disajikan Rismi menjadi bagian kecil dari suasana kebersamaan tersebut. Ia memperlihatkan bahwa dukungan terhadap diplomasi budaya dapat diwujudkan melalui banyak cara, termasuk melalui pekerjaan sederhana yang dilakukan dengan sepenuh hati.
Dari Dapur, Tumbuh Semangat Kemanusiaan
Budayantara Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026 di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat. Kegiatan ini membawa semangat pelestarian dan promosi kebudayaan Betawi serta Nusantara, sekaligus menghubungkan ekspresi budaya dengan pesan kemanusiaan dan solidaritas bagi Palestina.
Di tengah persiapan agenda besar tersebut, kehadiran orang-orang yang memberikan dukungan di balik layar menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah gerakan. Tidak semua kontribusi harus tampil di panggung. Ada yang bekerja melalui gagasan, ada yang menggerakkan komunitas, dan ada pula yang memberikan dukungan melalui kepedulian sederhana.
Rismi Elita menjadi gambaran bahwa semangat kemanusiaan dapat tumbuh dari ruang-ruang keseharian. Dari dapur, kegiatan sosial, hingga pertemuan kebudayaan, kepedulian menemukan jalannya sendiri untuk hadir dan memberi arti.
Pada akhirnya, diplomasi budaya bukan hanya tentang pertemuan antartokoh atau hubungan antarbangsa. Diplomasi juga tumbuh melalui manusia-manusia yang bersedia membuka ruang kebersamaan, merawat solidaritas, dan menyumbangkan tenaga sesuai kemampuan mereka.
Di balik hidangan yang tersaji dalam diskusi Budayantara dan Duta Besar Palestina, tersimpan pesan sederhana: budaya menjadi bermakna ketika tidak hanya dipertunjukkan, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata dan kepedulian terhadap sesama.***















