Tangerang, Banten — Bisnispos.com Tepuk tangan terdengar dari area Flavor Bliss Alam Sutera, Tangerang, Banten. Musik bergantian dimainkan. Satu per satu band pelajar naik ke panggung.
Namun, ada yang berbeda dari Senandung Rasa. Panggung kali ini bukan sekadar soal siapa yang paling hebat atau siapa yang membawa pulang piala.
Digelar Sabtu (12/9/2026), di kawasan elite Alam Sutera kegiatan tersebut mempertemukan 20 band pelajar dari Bekasi, Depok, Tangerang hingga Serang.
Mereka merupakan bagian dari komunitas IBC Indonesia.
Di balik pertunjukan musik, ada misi yang ingin dibangun: mempertemukan para musisi muda agar tidak hanya mengenal satu sama lain sebagai kompetitor.
Salah satu penggagas Senandung Rasa, Simon Martheunius, mengatakan kompetisi tetap penting bagi perkembangan musisi muda. Namun, persahabatan juga tak kalah penting.
“Kompetisi memang penting karena bisa memacu mereka untuk berkembang. Tetapi kami tidak ingin hubungan mereka berhenti sebatas siapa yang menang dan siapa yang kalah,” ujar Simon.
Menurutnya, para peserta diharapkan pulang bukan hanya membawa pengalaman tampil, tetapi juga teman baru.
Berawal dari Grup WhatsApp
Gagasan Senandung Rasa ternyata berawal dari pertemuan sederhana.
Para musisi pelajar sebelumnya kerap bertemu dalam berbagai festival musik dan tari. Dari pertemuan itu, mereka mulai saling mengenal.
Awalnya hanya sekitar 10 band yang terhubung. Kini jaringan tersebut berkembang menjadi komunitas yang merangkul sekitar 100 band dari berbagai daerah di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur.
Selama hampir dua tahun, komunikasi lebih banyak dilakukan melalui grup WhatsApp.
Jadwal festival dibagikan. Pengalaman bertanding diceritakan. Informasi musik saling ditukar.
Tetapi bagi Simon, komunikasi lewat layar tetap tidak bisa menggantikan pertemuan secara langsung.
Akhirnya lahirlah Senandung Rasa.
Bukan Sekadar Adu Musik
Sebanyak 20 band mendapat kesempatan tampil. Genre yang dibawakan pun beragam.
Meski begitu, musik dengan karakter terlalu keras tidak menjadi dominan karena mayoritas peserta masih berstatus pelajar.
Justru keberagaman itu yang ingin ditampilkan.
Para peserta bisa melihat langsung bagaimana teman seusianya tampil dengan karakter masing-masing. Ada yang percaya diri menguasai panggung, ada yang lebih santai, dan ada pula yang menjadikan musik sebagai ruang untuk membangun keberanian.
Yang sebelumnya berhadapan sebagai kompetitor pun akhirnya bisa duduk bersama.
Bercanda. Berfoto. Saling memberi dukungan.
“Yang kami cari bukan hanya penampilan di atas panggung. Mereka harus mendapatkan pengalaman, ilmu, dan rasa kebersamaan,” kata Simon.
Lawan di Panggung, Kawan di Luar Panggung
Pesan Senandung Rasa terlihat sederhana, tetapi justru terasa ketika acara berlangsung.
Ada persaingan di atas panggung. Namun, persaingan itu tidak harus berlanjut setelah pertunjukan selesai.
Simon bahkan menyebut salah satu momen paling membahagiakan justru ketika para peserta yang sebelumnya bersaing bisa kembali tertawa, berfoto, bahkan saling berpelukan.
“Kalau setelah tampil mereka masih bisa tertawa bersama, berfoto, dan saling merangkul, berarti tujuan kami tercapai,” ujarnya.
Bagi komunitas IBC Indonesia, musik bukan hanya tentang kemampuan memainkan alat musik.
Musik juga menjadi ruang untuk membangun pertemanan, kepercayaan diri, pengalaman, sekaligus kreativitas.
Karena itu, dukungan orangtua dan penonton juga dianggap penting agar para pelajar memiliki lingkungan yang sehat untuk berkembang.
Peserta Senandung Rasa sengaja dibatasi hanya 20 band. Bukan karena minim peminat, melainkan agar interaksi antarpeserta tetap maksimal.
Ingin Jadi Festival Lebih Besar
Simon berharap Senandung Rasa tidak berhenti sebagai satu kali pertemuan.
Ke depan, kegiatan tersebut diharapkan berkembang menjadi festival musik pelajar dengan peserta dan jaringan komunitas yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut. Kalau memungkinkan, ke depan bukan hanya satu acara, tetapi berkembang menjadi festival yang lebih besar sehingga semakin banyak band pelajar yang bisa bertemu,” tuturnya.
Namun, ada satu hal yang menurut Simon harus tetap dipertahankan ketika acara semakin besar: rasa kebersamaan.
Sebab, piala bisa berpindah tangan. Juara bisa berganti. Panggung pun bisa berbeda.
Tetapi pertemanan yang lahir dari perjalanan bermusik bisa bertahan jauh lebih lama.
Senandung Rasa pun akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang paling hebat.
Para musisi muda itu datang sebagai pesaing.
Dan berharap pulang sebagai kawan.(**)
#SenandungRasa #MusisiPelajar #BandPelajar #IBCIndonesia #MusikIndonesia #FestivalMusik













