Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 21 Mar 2025 03:57 WIB ·

Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi 2025, Tren ‘No Buy Challenge’ Jadi Pilihan Hidup Minimalis


 Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi 2025, Tren ‘No Buy Challenge’ Jadi Pilihan Hidup Minimalis Perbesar

Jakarta – Bisnispos.com. Gerakan ‘No Buy Challenge’ kini semakin banyak diterapkan oleh masyarakat sebagai upaya untuk menekan konsumsi berlebihan dan menjalani gaya hidup minimalis. Gerakan ini tak hanya relevan bagi kelompok masyarakat tertentu, tetapi menjadi tren lintas kelas sosial, dari ekonomi bawah hingga atas.

Vera Margaret, Head of Deposit and Wealth Management UOB Indonesia, memaparkan hasil survei terkini yang dilakukan Snapchat dengan partisipasi 1.236 responden. Menurutnya, sebanyak 62 persen responden mengenal konsep ‘No Buy Challenge’, dan 68 persen dari mereka mengaku telah ikut berpartisipasi.

“Selama ini ada persepsi bahwa ‘No Buy Challenge’ lebih sesuai untuk kelompok ekonomi bawah. Namun survei membuktikan gerakan ini diikuti semua kalangan, termasuk kelas menengah dan atas, karena dianggap relevan dan penting,” ujar Vera dalam acara Media Literacy yang berlangsung di Jakarta, Selasa, (11/03/25).

Dalam survei tersebut, ditemukan lima kategori barang yang konsumsinya ingin dikurangi masyarakat Indonesia di 2025, yakni produk viral, hiburan, properti, makan di restoran atau kafe, serta produk otomotif.

“Banyak masyarakat membeli produk yang sedang viral, meskipun kebutuhan akan produk itu sebenarnya tidak mendesak. Sebanyak 34 persen responden mengakui pola konsumsi ini, dan inilah yang perlu dibatasi,” tambah Vera.

Strategi yang diterapkan untuk membatasi konsumsi beragam. Sebanyak 47 persen responden memilih menggunakan produk substitusi, yakni mencari barang atau jasa alternatif dengan harga lebih terjangkau. Contohnya, tetap makan di luar tetapi memilih tempat yang lebih murah.

Selain itu, responden juga mengaku lebih selektif berbelanja saat ada diskon atau promosi tertentu. Pembelian dalam kemasan kecil, seperti sachet, juga menjadi cara untuk mengontrol pengeluaran.

Tren ini menjadi refleksi bahwa masyarakat mulai lebih bijak dalam menyikapi perilaku konsumsi, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi yang mungkin akan datang. (RED)

 

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

United Tractors Gandeng 20 UMKM Terpilih Lewat Penandatanganan MoU CSR di Jakarta

20 December 2025 - 05:35 WIB

Pagelaran Wayang Kulit “Sang Antasena” di HUT Sanggar Seni Panginyongan Purwokerto

28 November 2025 - 16:24 WIB

Pasar Malam Kesiangan 2025: Ikatan Alumni IKJ Kembali Ke Cikini 73

26 November 2025 - 07:09 WIB

Transformasi BOTASUPAL BIN Perkuat Kedaulatan Rupiah: Kombes Pol Mulyono Bertemu Penyidik Utama OJK Irjen Pol Daniel Bolly Hyronimus Tifaona

20 November 2025 - 06:49 WIB

Dukung Asta Cita Presiden, PNM Salurkan Beasiswa untuk Masa Depan Pendidikan Anak Nasabah

20 November 2025 - 03:40 WIB

BRI Cabang Cikampek Permudah Pelayanan , Lengkapi Perangkat Digital RCM

17 November 2025 - 11:28 WIB

Trending di Bisnis