Menu ✖

Mode Gelap

News · 15 Jun 2023 02:58 WIB ·

Kualitas Udara Jakarta Ketiga Terburuk di Dunia, Status Tidak Sehat


 Indeks kualitas udara Jakarta di IQAir menunjukkan angka 152 yang masuk kategori tidak sehat. (CNN Indonesia/Andry Novelino) Perbesar

Indeks kualitas udara Jakarta di IQAir menunjukkan angka 152 yang masuk kategori tidak sehat. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Kualitas udara Jakarta pada Rabu (14/6) masuk kategori ‘tidak sehat’ menurut Air Quality Index (AQI) yang menunjukkan angka 152 atau ketiga terburuk di dunia.

Melansir IQAir, PM2.5 masih menjadi polutan utama Jakarta dengan konsentrasi sebanyak 57,1 µg/m³ (mikrogram per normal meter kubik). Jumlah tersebut 11,4 kali lebih banyak daripada nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.

Selain PM2.5, ada sulfur dioksida (SO2) dengan jumlah 14,2 µg/m³. Peringkat pertama kualitas udara terburuk di dunia Rabu (14/6) ditempati kota Birmingham, Inggris (192), dan Guangzhou, China (155).

Kualitas udara hari ini menjadi yang terburuk dalam seminggu terakhir. Dua hari sebelumnya, kualitas udara di Jakarta masuk ke dalam kategori ‘tidak sehat bagi kelompok sensitif.’


Baca Juga : Indonesia Resmi Juara Umum ASEAN Para Games 2023


Sementara, hingga Minggu (18/6), kualitas udara di Jakarta diperkirakan masuk ke dalam kategori ‘sedang’ hingga ‘tidak sehat bagi kelompok sensitif.’

Kendati demikian, kualitas udara Jakarta hari ini bukanlah yang terburuk di seluruh Indonesia. Menurut IQAir, peringkat pertama jatuh kepada Kota Tangerang (175) dan Tangerang Selatan (174) di posisi kedua.

Jakarta sendiri berada di urutan ketujuh di atas Kota Bandung (137), Kota Bekasi (118), dan Bengkulu (97).

Mengutip situs BMKG, PM2.5 adalah “partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2.5 µm (mikrometer)”

Karena berukuran sangat kecil, partikel PM2.5 hanya bisa dilihat dengan mikroskop elektron. Partikel yang termasuk PM2.5 antara lain debu, jelaga, kotoran, asap, dan tetesan cair.

IQAir melaporkan, dari semua tindakan polusi udara PM2.5 merupakan “ancaman kesehatan terbesar.

Karena ukurannya yang kecil, PM2.5 dapat tetap melayang di udara untuk waktu yang lama dan bisa diserap jauh ke dalam aliran darah saat terhirup.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Mancing Mania Meriahkan Milad ke-25 IKB Jabodetabek dan Budayantara Fest 2026, Hampir 300 Peserta Padati Danau Srengseng

25 October 2026 - 01:55 WIB

PJBW Pekan ke-98 Berkolaborasi dengan Budayantara Fest 2026, Tebar Kepedulian untuk Masyarakat dan Pengemudi Ojol

23 October 2026 - 05:56 WIB

Gus Syaifuddin: Masa Depan Indonesia Emas Membutuhkan Santri Berilmu dan Berakhlak

22 October 2026 - 06:24 WIB

Rismi Elita, Sosok Perempuan di Balik Kelezatan Sajian Diplomasi Budaya Budayantara dan Palestina

20 October 2026 - 17:21 WIB

Dedikasi dr. Kurniawan di SSL Clinic: Utamakan Tanggung Jawab, Kenyamanan, dan Kepercayaan Pasien

11 October 2026 - 03:21 WIB

Khadijah Travel Gelar Manasik Umrah, Jamaah Dibekali Ilmu hingga Praktik Thawaf dan Sa’i

4 October 2026 - 03:09 WIB

Trending di News